the curiousity within
In: Puisi
30 Jan 2011tiba-tiba saja menyergap kemurungan itu di tengah musik, di tengah keriangan di sebuah ruangan dengan banyak makanan tiba-tiba saja mendekap kesepian itu padahal politik begitu gempita padahal bisnis sedang bergelora kesedihan ini mulanya setitik tapi waktu membuatnya menggumpal makin keras, makin besar misteri apakah ini yang mengawani hidup mengawini hidup terkadang datang, tak diundang mengendap [...]
In: Puisi
20 Jan 2011(1)
tuan presiden indonesia
cinta kami puluhan juta
padamu kami titip asa
engkau cerdas dan simpatik
jutaan pula kami tertarik
pada tawaran cahaya sepercik
maka kami heran
bila kau bersikap enggan
pada tugas yang kau emban
tugasmu hanya satu:
menjaga cinta kami tak beku
dengan sepenuh kekuatanmu
karena bila tidak
kezaliman dibiarkan merebak
kami bisa bergolak
cinta kami besar
bila janji dilanggar
hati kami terbakar
cinta kami puluhan juta
tuan presiden, puluhan juta
cinta dan benci tipis batasnya
bila khianat menusuk cinta
benci kami puluhan juta
(2)
tenangkan kami bahwa “I love US as my second country” sama sekali tak bermakna
kami tahu Ibu Pertiwi sakit hati jika engkau mendua
yakinkan kami sebagai presiden kau paham
engkau bukan pengamat, konsultan, atau awam
hanya bisa “meminta, mengharap” dan lain kata terpendam
sungguh kekuasaan nyata kau genggam
hasil akhirnya tanggung jawabmu seorang
jangan isyaratkan seolah kau biarkan
orang-orangmu menjilat penuh kepuasan
ketika isterimu dijual dan digadang-gadangkan
dalam nepotisme penuh ketelanjangan
tegaskan lagi pada kami
kebijakan negosiasi emas, energi, dan minyak bumi
sungguh buat kesejahteraan negeri
bukan tukar-menukar kekuasaan dan harga diri
sadarilah engkau bukan pemimpin
kamilah, rakyatmu, sang pemimpin
engkau hanyalah kepala pembantu rumah tangga negeri
digaji dengan perasan keringat dan air mata kami
tuan presiden, tunduklah kepada kami
bukan tunduk kepada majikan di luar negeri
penekan agenda penjajahan dan terorisasi
atas anak bangsa dan agamamu sendiri
Komentar-komentar Terbaru