Pecah
bila batuku bertemu gelapmu
kenangan cuma cacah
harapan tinggal resah
maka mari!
kita nikmati pilinan ini
biar tarikan dan tekanan
mengguratkan kepedihan
yang memabukkan
toh kita masih saja bisa tertawa
dan ketegaranmu
(bagaimana mungkin?)
mengayun berat, mengancam
pada tanjakan di depan
sadar sekarang
muasalnya kekejaman:
dari bayangan
punggungi kenyataan
remehkan kesakitan
(Kuta, on a date I could not remember)
Tulisan-tulisan terkait:
- Melankoli Menjelang Pergantian Hari – PuisiLagi sendirian di depan komputer, suasana sepi, sejak sore cuaca mendung, menjelang pergantian hari, jadinya agak melankolik dan teringat satu...
- Puisi Sedih (Untuk Indonesia)tiba-tiba saja menyergap kemurungan itu di tengah musik, di tengah keriangan di sebuah ruangan dengan banyak makanan tiba-tiba saja mendekap...
- Jika Kau Tunggu Aku – PuisiJika Kau Tunggu Aku – diadaptasi oleh ferli.net dari “Will You Wait For Me – Kavana” akan kau jelaskankah mengapa...
- Mengutukmu – PuisiMengutukmu Sajak Ferli Deni Iskandar Kecuali engkau pernah dicekam kesedihan seperti para ibu Palestina menyaksikan pahlawan-pahlawan cilik mereka terburai otaknya...
- Puisi Cinta Nan Santun Buat SBY(1) tuan presiden indonesia cinta kami puluhan juta padamu kami titip asa engkau cerdas dan simpatik jutaan pula kami tertarik...
- Bakung Kuning – PuisiBakung Kuning kelabu pagi, segalanya kelabu begitu dingin ini musim semi semu angin timur suram di tanah menyapu segalanya sendu...
- Anda Tahu atau Pernah Mimpi Lusid? Cobain deh …Saya gak tau persis apa padanan Bahasa Indonesia yang tepat dari “Lucid Dreaming“, so dengan semangat “kebebasan berekspresi dan mengasimilasi...
- Tidak Ada Kemuliaan Intrinsik Pada Konsep “Perjuangan”Menanggapi status seseorang di Facebook, saya menulis ini: Tidak ada kemuliaan intrinsik pada konsep “perjuangan”. Alam tidak berjuang utk eksis....