Mengutukmu – Puisi

In: Imajinasi| Puisi

22 Nov 2009

Mengutukmu
Sajak Ferli Deni Iskandar

Kecuali engkau pernah dicekam kesedihan seperti para ibu Palestina menyaksikan pahlawan-pahlawan cilik mereka terburai otaknya hanya karena kesalahan melempar batu

Kecuali engkau pernah dicekam kengerian seperti kerabat korban tragedi New York yang menyaksikan kekasih, orangtua, adik, kakak mereka terbakar tanpa sisa atau melompat dari ketinggian ratusan meter untuk luluh lantak tanpa mengerti apa salah mereka

Kecuali engkau pernah dicekam kebingungan dan ketakutan seperti penduduk Afghanistan atas hujan ledakan di halaman rumah mereka karena tuduhan ikut mendukung seseorang yang mereka sendiri belum pernah bertemu

Maka kukutuk engkau

Kukutuk engkau!

Kukutuk engkau atas keenggananmu memahami bahwa tak pernah kekerasan benar-benar memecahkan masalah

Kukutuk engkau atas kesombonganmu memasang tembok emosional di atas penderitaan saudaramu sendiri

Kukutuk engkau atas kemunafikan pemihakan beraroma dendam pada salah satu pihak sementara engkau masih merasa menjadi manusia beradab

Atas kesalahanmu itu, kukutuk engkau untuk menyaksikan saudaramu hancur lebur oleh hujan besi panas dari langit, untuk melihat tanah kecintaanmu ditanami benih-benih kehancuran, untuk merasakan sakitnya menyaksikan semakin lenyapnya harapan perbaikan diri dan bangsamu, karena harus menanggung kesalahan yang kau sendiri tak mengerti

Atas kebodohanmu itu, kukutuk engkau untuk merasakan kejayaan hidup yang kau bangun sepanjang hidupmu seketika ambruk bersama masa depanmu, untuk merasakan sesaknya hidup dalam reruntuhan itu dan perlahan mati dengan mengenaskan, untuk kehilangan mereka yang engkau cintai dengan cara yang paling getir dan dramatis lebih dari jangkauan imajinasimu sendiri

Atas kekejamanmu itu, kukutuk engkau untuk juga merasakan malam-malam panjang ayah dan ibu dari mayat anak-anak Palestina yang penuh ratapan kemarahan dan kesedihan, untuk merasakan putus asa kehilangan satu demi satu mata hatimu, untuk menjadi kenangan abadimu pakaian berlumuran darah belahan jiwamu

Semoga kutukanku tak dikabulkan
(Kuta, 9 Oktober 2001)

Share on Facebook

Tulisan-tulisan terkait:

  1. Melankoli Menjelang Pergantian Hari – Puisi [Translate] Lagi sendirian di depan komputer, suasana sepi, sejak sore cuaca mendung, menjelang pergantian hari, jadinya agak melankolik dan...
  2. Jika Kau Tunggu Aku – Puisi [Translate] Jika Kau Tunggu Aku – diadaptasi oleh ferli.net dari “Will You Wait For Me – Kavana” akan kau...
  3. Bakung Kuning – Puisi [Translate] Bakung Kuning kelabu pagi, segalanya kelabu begitu dingin ini musim semi semu angin timur suram di tanah menyapu...
  4. Engkau Berasal dari CintaEngkau berasal dari Cinta, tapi engkau lupa. Ketahuilah: tak ada yang perlu engkau lakukan supaya layak Cinta. Engkau hanya perlu...
  5. Mengalahkan Kebatilan Tertinggi [Translate] Dan ternyata, aku harus menghadapi Kebatilan-1. Aku terserang panik. Bagaimana mungkin aku menjadi Kebaikan yang terakhir bertahan? Aku...
  6. Rahasia Keberlimpahan dan Kekayaan [Translate] Perbedaan antara yang kaya dan yang miskin tidak terletak pada jumlah uang yang mereka miliki, tapi pada cara...
  7. Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu ya Ghafar ya Nurul Qolbi [Translate] Lagu “Cahaya Hati” dari Opick ini belum pernah gagal membuat mata saya basah setiap kali mendengar “pekikan” kalimat...
  8. biarkan kenyataan bicara [Translate] (baru saja menemukan kembali sebuah tulisan saya sendiri di milis – tertanggal 28 juli 2001, lumayan untuk jadi...
  9. Menguji Law of Attraction dengan Metoda Ilmiah [Translate] Di Milis Profec (theprofec [at] yahoogroups.com, thread http://finance.groups.yahoo.com/group/TheProfec/message/23896), Pak Susanto Salim mengajukan saran untuk menguji secara ilmiah Law...
  10. FITRI [Translate] Karena perdebatan mengenai “golongan kafir” tak juga berkesudahan melalui waktu yang panjang, maka kelompok Remaja Masjid itu akhirnya...

Comment Form

About this blog

Exploring the curiousity within.

Teman-teman Facebook

Sudah Menjadi Anggota?
Login
Login Lewat Facebook:
Pengunjung Terakhir
Mari bergabung di ferli.net

Kategori Tulisan

Arsip-arsip