the curiousity within
Ada satu slogan unik yang masih terngiang-ngiang: “Lazyness drives all progress in the world“, alias “Kemalasan adalah penggerak segala kemajuan di dunia ini.”
Kedengarannya aneh ya? Mana mungkin sih kemalasan menjadi penggerak segala kemajuan? Bukankah karena malas maka kita tidak melakukan apa-apa?
Ternyata argumennya begini (contoh): Ketika ada pekerjaan membawa barang ke tempat jauh, tipikal tanggapan “pekerja keras” adalah “Bagaimana pun susahnya, bagaimana pun berat dan jauhnya, saya akan membawa barang ini berjalan kaki, karena saya bukan orang malas”.
Sebaliknya seorang “pemalas” akan berkata “Males banget. Ogah kalau harus jalan jauh bawa barang berat. Saya mau selonjoran aja dulu sambil mikir”. Si “pemalas” malah berbaring, dan semua orang di sekitar dia akan memaki “Dasar pemalas!”.
Tetapi yang tidak diketahui banyak orang adalah dia sebenarnya berpikir dan akhirnya menemukan ide membuat roda yang dapat membantu dia membawa barang berat ke tempat jauh tanpa susah payah.
Jadi, banyak penemuan dan kemajuan di dunia ini bukan diciptakan oleh pekerja keras, tapi oleh pemalas yang cerdik.
Mulai masuk akal sekarang kan?
Tapi saya pikir logika bekerja keras juga tidak sepenuhnya salah. Jadi di mana titik temunya?
Baru saja saya mendapat ide: mungkin titik temunya adalah di waktu atau proses.
Orang yang paling efektif adalah orang yang tidak sekedar bekerja keras, tapi tidak juga malas membabi buta. Orang yang akan membuat perubahan besar adalah mereka yang menyadari bahwa diperlukan kombinasi benih ide (representasi “kemalasan”/effortlessness) dan ketekunan (representasi tindakan/hardwork) dalam mewujudkan sesuatu.
Contoh yang mungkin paling mewakili adalah bagaimana “menciptakan” pohon beringin besar yang indah yang bisa meneduhi banyak orang. Sekali benih beringin ditanam, “kerja keras” dalam bentuk menyiram dan memupuk sesering mungkin tidak akan membuat beringin itu lebih cepat tumbuh. Sebaliknya, “kemalasan” dalam bentuk pengabaian terhadap kebutuhan beringin juga akan membuat beringin itu mati. Ada proses yang harus diikuti, ada rentang waktu yang perlu dilalui sebelum beringin itu tumbuh sesuai harapan kita.
Mungkin begitu juga dengan bisnis atau karir. Sekali Anda memulai bisnis, ada proses dan waktu yang harus dilalui sebelum bisnis itu menjadi besar. Kerja keras sampai Anda menjadi workaholic atau maniak-kerja tidak akan membuat bisnis Anda besar dalam waktu satu atau dua tahun. Sebaliknya, kemalasan merawat bisnis juga pasti akan mematikan bisnis Anda.
Tulisan-tulisan terkait: