Kemalasan Adalah Penggerak Segala Kemajuan

In: Opini|Umum

23 Oct 2008

Ada satu slogan unik yang masih terngiang-ngiang: “Lazyness drives all progress in the world“, alias “Kemalasan adalah penggerak segala kemajuan di dunia ini.”

Kedengarannya aneh ya? Mana mungkin sih kemalasan menjadi penggerak segala kemajuan? Bukankah karena malas maka kita tidak melakukan apa-apa?

Ternyata argumennya begini (contoh): Ketika ada pekerjaan membawa barang ke tempat jauh, tipikal tanggapan “pekerja keras” adalah “Bagaimana pun susahnya, bagaimana pun berat dan jauhnya, saya akan membawa barang ini berjalan kaki, karena saya bukan orang malas”.

Sebaliknya seorang “pemalas” akan berkata “Males banget. Ogah kalau harus jalan jauh bawa barang berat. Saya mau selonjoran aja dulu sambil mikir”. Si “pemalas” malah berbaring, dan semua orang di sekitar dia akan memaki “Dasar pemalas!”.

Tetapi yang tidak diketahui banyak orang adalah dia sebenarnya berpikir dan akhirnya menemukan ide membuat roda yang dapat membantu dia membawa barang berat ke tempat jauh tanpa susah payah.

Jadi, banyak penemuan dan kemajuan di dunia ini bukan diciptakan oleh pekerja keras, tapi oleh pemalas yang cerdik.

Mulai masuk akal sekarang kan?

Tapi saya pikir logika bekerja keras juga tidak sepenuhnya salah. Jadi di mana titik temunya?

Baru saja saya mendapat ide: mungkin titik temunya adalah di waktu atau proses.

Orang yang paling efektif adalah orang yang tidak sekedar bekerja keras, tapi tidak juga malas membabi buta. Orang yang akan membuat perubahan besar adalah mereka yang menyadari bahwa diperlukan kombinasi benih ide (representasi “kemalasan”/effortlessness) dan ketekunan (representasi tindakan/hardwork) dalam mewujudkan sesuatu.

Contoh yang mungkin paling mewakili adalah bagaimana “menciptakan” pohon beringin besar yang indah yang bisa meneduhi banyak orang. Sekali benih beringin ditanam, “kerja keras” dalam bentuk menyiram dan memupuk sesering mungkin tidak akan membuat beringin itu lebih cepat tumbuh. Sebaliknya, “kemalasan” dalam bentuk pengabaian terhadap kebutuhan beringin juga akan membuat beringin itu mati. Ada proses yang harus diikuti, ada rentang waktu yang perlu dilalui sebelum beringin itu tumbuh sesuai harapan kita.

Mungkin begitu juga dengan bisnis atau karir. Sekali Anda memulai bisnis, ada proses dan waktu yang harus dilalui sebelum bisnis itu menjadi besar. Kerja keras sampai Anda menjadi workaholic atau maniak-kerja tidak akan membuat bisnis Anda besar dalam waktu satu atau dua tahun. Sebaliknya, kemalasan merawat bisnis juga pasti akan mematikan bisnis Anda.

Tulisan-tulisan terkait:

  1. Dalih-dalih LemahDalih adalah kebohongan yang kita buat untuk menghindari berhadapan dengan kebenaran yang tak nyaman. Tetapi selama kita masih mempercayai dalih-dalih...
  2. Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu ya Ghafar ya Nurul QolbiLagu “Cahaya Hati” dari Opick ini belum pernah gagal membuat mata saya basah setiap kali mendengar “pekikan” kalimat ini: Allah...
  3. Istri Melarang Saya Memulai Bisnis SendiriSaya sering mendengar ini: Saya ingin memulai bisnis sendiri, tapi istri saya tidak mengijinkannya karena menurutnya itu terlalu berisiko. Ada...
  4. Posting 100 Hari Bill Fitz Patrick’s “How Americans Get Rich”Mulai hari ini saya akan melakukan sebuah eksperimen (kecil) yang saya harapkan hasilnya menarik. Saya ingin melakukan posting secara teratur...
  5. Rahasia Keberlimpahan dan KekayaanPerbedaan antara yang kaya dan yang miskin tidak terletak pada jumlah uang yang mereka miliki, tapi pada cara mereka berpikir,...
  6. Anda Tahu atau Pernah Mimpi Lusid? Cobain deh …Saya gak tau persis apa padanan Bahasa Indonesia yang tepat dari “Lucid Dreaming“, so dengan semangat “kebebasan berekspresi dan mengasimilasi...
  7. biarkan kenyataan bicara(baru saja menemukan kembali sebuah tulisan saya sendiri di milis – tertanggal 28 juli 2001, lumayan untuk jadi kenang-kenangan) gini....
  8. Menyesali Hari EsokPenulis menjelaskan cara visualisasi yang benar, yaitu dengan membayangkan keinginan Anda terjadi di saat ini, alih-alih di masa depan....
  9. Menguji Law of Attraction dengan Metoda IlmiahDi Milis Profec (theprofec [at] yahoogroups.com, thread http://finance.groups.yahoo.com/group/TheProfec/message/23896), Pak Susanto Salim mengajukan saran untuk menguji secara ilmiah Law of Attraction...
  10. Komunikasi Politik SBY: Tinggalkan VerbalismeSeandainya SBY bilang “Sudah 7 tahun gaji saya tidak naik” pada tahun 2004, reaksi masyarakat akan sangat berbeda dibandingkan yang...

Comment Form

About this blog

Exploring the curiousity within.

Dapatkan Tulisan dan Perangkat Lunak Terbaru

Isilah form di bawah untuk berlangganan blog ini dan saya akan mengabari Anda setiap kali ada tulisan atau perangkat lunak gratis baru, seperti Glosarium dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Zero spam tolerance.

Teman-teman Facebook

Sudah Menjadi Anggota?
Login
Login Lewat Facebook:
Pengunjung Terakhir
Mari bergabung di ferli.net

Kategori Tulisan

Arsip-arsip