Aku bukanlah namaku.
Aku bukanlah jabatanku.
Aku bukanlah statusku.
Aku bukanlah pendidikanku.
Aku bukanlah hartabendaku.
Aku bukanlah keberhasilanku.
Aku bukanlah kegagalanku.
Aku bukanlah tubuhku.
Aku bukanlah pikiranku.
Aku bukanlah perasaan-perasaanku.
Aku bukanlah masalaluku.
Aku bukanlah masadepanku.
Aku bahkan bukanlah saatkiniku.
tetapi …
Aku adalah sebentuk energi.
Aku adalah sebentuk cahaya.
Aku adalah makhluk spiritual yang sedang menjalani pengalaman fisik.
Aku adalah sebentuk kesadaran yang mencari pengungkapan diri lebih luas dan lebih dalam.
Aku adalah setitik kesadaran yang rindu utuh menyatu dengan Sang Maha Kesadaran.
Aku tak berwaktu.
Tulisan-tulisan terkait:
- Waktu: Satu Ketika yang AbadiKetika kita berpikir atau mengingat tentang masa lalu, yakinkah kita bahwa masa lalu itu ada dan riil? Ingatan kita tentang...
- biarkan kenyataan bicara(baru saja menemukan kembali sebuah tulisan saya sendiri di milis – tertanggal 28 juli 2001, lumayan untuk jadi kenang-kenangan) gini....
- Tidak Ada Kemuliaan Intrinsik Pada Konsep “Perjuangan”Menanggapi status seseorang di Facebook, saya menulis ini: Tidak ada kemuliaan intrinsik pada konsep “perjuangan”. Alam tidak berjuang utk eksis....
- Rahasia Keberlimpahan dan KekayaanPerbedaan antara yang kaya dan yang miskin tidak terletak pada jumlah uang yang mereka miliki, tapi pada cara mereka berpikir,...
- Menyesali Hari EsokPenulis menjelaskan cara visualisasi yang benar, yaitu dengan membayangkan keinginan Anda terjadi di saat ini, alih-alih di masa depan....
- Dalih-dalih LemahDalih adalah kebohongan yang kita buat untuk menghindari berhadapan dengan kebenaran yang tak nyaman. Tetapi selama kita masih mempercayai dalih-dalih...
- Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu ya Ghafar ya Nurul QolbiLagu “Cahaya Hati” dari Opick ini belum pernah gagal membuat mata saya basah setiap kali mendengar “pekikan” kalimat ini: Allah...