Engkau Berasal dari Cinta

In: Hakikat|Imajinasi|Opini|Puisi|Umum

28 Oct 2009

Engkau berasal dari Cinta, tapi engkau lupa. Ketahuilah: tak ada yang perlu engkau lakukan supaya layak Cinta. Engkau hanya perlu mengingat siapa dirimu. Engkau adalah anak rambut kesadaran Sang Muasal, sebuah pernyataan kesadaran dan energi. Engkau adalah wujud Cinta. Engkau adalah penjelajah, saat ini di sini, kemudian kembali pada Sang Muasal.

Jika engkau merasa lepas dari Sang Muasal, itu hanya persepsimu, karena Sang Muasal tak pernah lepas darimu. Tak ada yang dapat kau lakukan yang menyebabkan Sang Muasal berputus darimu. Mustahil. Pengampunan, pengertian, belas kasih adalah milikmu. Selalu. Tak ingatkah kau akan kebenaran ini?

Jangan hakimi dirimu. Jangan takut kehilangan Cinta. Mustahil bagimu terputuskan dari Cinta. Engkau hidup dalam ilusi bahwa engkau mesti berbuat sesuatu agar memperoleh Cinta. Tak ada gunung untuk didaki. Tak ada tujuan yang harus dicapai. Tak ada ijin yang harus kau cari. Engkau hanya perlu ingat bahwa kau dicintai.

Ketika engkau ingat bahwa engkau dicintai, bantulah orang lain mengingat ini juga. Bantulah yang lain melihat hubungan bersama engkau semua. Tak ada di antara engkau yang terpisah dari yang lain. Engkau adalah Satu. Tak usah berebut posisi. Jangan merendahkan orang lain. Jangan melukai hubungan orang lain dengan Sang Muasal.

Sobeklah selubung dan lihat apa yang ada di balik ilusi. Engkau hanya perlu menjadi. Engkau hanya perlu ingat Cinta. Rasakan keterhubungan itu dalam hati dan jiwamu.

Bertindaklah dari Cinta dan engkau bertindak selaras dengan Semesta. Di mana ada Cinta, engkau akan menampak Sang Muasal. Bertindaklah dari rasa takut dan engkau akan terputus dari Sang Muasal; engkau akan tersesat menjauh ke dalam ilusi. Jangan menyerah pada rasa takut.  Bergabunglah kembali dengan kebenaran Cinta. Bergabunglah kembali dengan Sang Muasal.

Semangatlah. Engkau tak pernah sendiri. Engkau selalu bisa  mengambil manfaat Cinta Semesta. Biarkan ia memenuhi jiwamu. Biarkan ia mendorongmu pada kedamaian. Jangan berjuang melawan arus. Jangan berjuang sama sekali. Pasrahlah pada Cinta.

Engkau dicintai. Selalu. Tak bisa selain itu. Ingatkah engkau? Telusurilah perasaanmu dan engkau akan temukan Kebenaran. Hargailah perasaan itu. Hargailah Kebenaran. Bersatulah dengan Cinta.

Engkau selalu layak Cinta.

(adaptasi dari: http://www.erinpavlina.com/blog/2009/10/you-are-worthy-of-love/)

Tulisan-tulisan terkait:

  1. Puisi Cinta Nan Santun Buat SBY(1) tuan presiden indonesia cinta kami puluhan juta padamu kami titip asa engkau cerdas dan simpatik jutaan pula kami tertarik...
  2. biarkan kenyataan bicara(baru saja menemukan kembali sebuah tulisan saya sendiri di milis – tertanggal 28 juli 2001, lumayan untuk jadi kenang-kenangan) gini....
  3. Tidak Ada Kemuliaan Intrinsik Pada Konsep “Perjuangan”Menanggapi status seseorang di Facebook, saya menulis ini: Tidak ada kemuliaan intrinsik pada konsep “perjuangan”. Alam tidak berjuang utk eksis....
  4. Komunikasi Politik SBY: Tinggalkan VerbalismeSeandainya SBY bilang “Sudah 7 tahun gaji saya tidak naik” pada tahun 2004, reaksi masyarakat akan sangat berbeda dibandingkan yang...
  5. Mengutukmu – PuisiMengutukmu Sajak Ferli Deni Iskandar Kecuali engkau pernah dicekam kesedihan seperti para ibu Palestina menyaksikan pahlawan-pahlawan cilik mereka terburai otaknya...
  6. Kau Pikir Siapakah Diriku?Aku bukanlah namaku. Aku bukanlah jabatanku. Aku bukanlah statusku. Aku bukanlah pendidikanku. Aku bukanlah hartabendaku. Aku bukanlah keberhasilanku. Aku bukanlah...
  7. Rahasia Keberlimpahan dan KekayaanPerbedaan antara yang kaya dan yang miskin tidak terletak pada jumlah uang yang mereka miliki, tapi pada cara mereka berpikir,...
  8. Menyesali Hari EsokPenulis menjelaskan cara visualisasi yang benar, yaitu dengan membayangkan keinginan Anda terjadi di saat ini, alih-alih di masa depan....
  9. FITRIKarena perdebatan mengenai “golongan kafir” tak juga berkesudahan melalui waktu yang panjang, maka kelompok Remaja Masjid itu akhirnya mengundang seorang...
  10. Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu ya Ghafar ya Nurul QolbiLagu “Cahaya Hati” dari Opick ini belum pernah gagal membuat mata saya basah setiap kali mendengar “pekikan” kalimat ini: Allah...

Comment Form

About this blog

Exploring the curiousity within.

Dapatkan Tulisan dan Perangkat Lunak Terbaru

Isilah form di bawah untuk berlangganan blog ini dan saya akan mengabari Anda setiap kali ada tulisan atau perangkat lunak gratis baru, seperti Glosarium dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Zero spam tolerance.

Teman-teman Facebook

Sudah Menjadi Anggota?
Login
Login Lewat Facebook:
Pengunjung Terakhir
Mari bergabung di ferli.net

Kategori Tulisan

Arsip-arsip