Dalih-dalih Lemah

In: Bisnis|Niat|Opini|Pengembangan Diri|Tips|Umum

21 Feb 2010

Dalih adalah kebohongan yang kita buat untuk menghindari berhadapan dengan kebenaran yang tak nyaman. Tetapi selama kita masih mempercayai dalih-dalih itu, kita tidak akan pernah mengatasinya. Alih-alih menangani masalah dasarnya, kita hanya menyembunyikan gejalanya. Salah satu langkah penting dalam pengembangan diri adalah membongkar kebiasaan membuat dalih dan menghadapi masalah nyata di balik dalih dengan kesadaran dan keberanian.

Berikut adalah beberapa dalih yang banyak ditemui serta kebenaran yang sesungguhnya:

Saya tidak punya cukup waktu.

Setiap kali Anda membuat pernyataan ini, Anda tahu di lubuk hati bahwa itu tidak benar. Kebenarannya adalah bahwa Anda belum menjadikan hal yang Anda katakan sebagai tidak punya cukup waktu itu sebagai hal yang cukup penting. Sesungguhnya Anda hanya bilang, “Hal itu tidak terlalu penting buat saya.” Saya tidak punya waktu untuk olahraga. Saya tidak punya waktu untuk membina hubungan. Saya tidak punya waktu untuk memulai bisnis sendiri. Tentu saja Anda punya waktu. Anda punya waktu sebanyak yang dimiliki orang lain, dan orang lain telah dan sedang melakukan hal-hal yang sama. Perbedaannya adalah mereka lebih menjadikan hal-hal itu sebagai prioritas dalam kehidupan mereka daripada Anda. Anda bukan korban keadaan. Bila Anda tidak menyukai keadaan Anda, ubah keadaan itu.

Mengherankan bahwa banyak orang berkata mereka tidak punya waktu tapi punya banyak waktu untuk aktivitas remeh seperti menonton TV. Jika Anda tidak punya waktu untuk olahraga, maka tentunya Anda tidak punya waktu untuk menonton TV sama sekali. Orang-orang seperti itu sesungguhnya berkata bahwa olahraga tidak cukup penting buat mereka. Lebih mudah untuk mempersalahkan masalah itu pada kekurangan waktu, tapi masalah sebenarnya adalah kekurangan kemauan.

Saya tidak tahu caranya.

Ini adalah dalih paling lemah. Saya tidak tahu cara membuat situs web. Saya tidak tahu cara menulis yang baik. Saya tidak tahu cara mendapat pekerjaan lebih baik. Apakah Anda mampu belajar? Apakah Anda berhenti setelah belajar merangkak, mengeluh, “Saya tidak tahu cara berjalan”?. Kebenaran di balik “Saya tidak tahu caranya” adalah “Saya tidak mau belajar.” Dengan kata lain, harus Anda akui bahwa Anda malas.

Saya tidak punya uang.

Jika ada sesuatu yang Anda inginkan, “Saya tidak punya uang” bukanlah alasan untuk tidak memperolehnya. Anda selalu dapat menghasilkan uang atau menemukan cara mendapatkan yang Anda inginkan dengan harga yang terjangkau. Kebenaran di balik “Saya tidak punya uang” adalah “Saya tidak terlalu menginginkannya.” Menghasilkan uang yang Anda butuhkan hanyalah soal waktu, dan kita sudah tahu bahwa tidak punya cukup waktu bukanlah alasan valid untuk menyerah, begitu juga tidak tahu cara untuk menghasilkan uang. Jika Anda ingin membeli sesuatu yang diluar rentang harga jangkauan Anda, Anda sepenuhnya mampu menempatkannya sebagai prioritas utama dan kemudian menggunakan waktu untuk belajar bagaimana menghasilkan cukup uang untuk memperolehnya.

Jangan biarkan dalih-dalih mengatur hidup Anda. Jika Anda dapati diri sendiri sedang mengucapkan kalimat-kalimat di atas, segera gantikan dengan pernyataan yang benar. Awalnya kebenaran ini mungkin terasa tidak nyaman. Lebih mudah untuk bilang, “Saya tidak tahu caranya” daripada berkata, “Saya tidak mau belajar.” Tetapi ketika Anda akui ketidakmauan, kemalasan, atau kekurangan semangat, maka Anda akhirnya menghadapi kenyataan, dan dari titik itu Anda punya peluang untuk tumbuh. Misalnya, jika Anda menghadapi ketidakmauan belajar, Anda dapat memutuskan bahwa meski hal itu berarti kerja keras mempelajari keterampilan baru, Anda dapat melakukannya jika Anda cukup menginginkannya dan mengerahkan diri untuk mengerjakannya.

Lebih mudah bagi ego kita untk mempersalahkan kegagalan pada faktor-faktor eksternal tak terkendali seperti kekuarangan waktu, informasi, atau sumber daya. Tetapi selama kita menggunakan dalih-dalih itu, kita tidak akan pernah menyelesaikan masalah dasarnya karena faktor-faktor tersebut tidak berada dalam kendali langsung kita. Kita butuh untuk membalikkan dalih-dalih itu dan melihat dasarnya untuk menemukan penyebab internal yang bisa kita kendalikan. Apa yang bisa kita kendalikan, bisa kita tingkatkan.

Kita tidak dapat mengendalikan waktu, tapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita memprioritaskan tindakan-tindakan yang memenuhi waktu itu. Kita tidak dapat mengendalikan informasi, tapi kita dapat mengendalikan pilihan hal yang ingin kita pelajari serta berapa banyak upaya yang akan kita kerahkan untuk belajar. Kita tidak dapat mengendalikan uang, tapi kita dapat memilih untuk melakukan aktivitas yang menghasilkan pendapatan secara lebih efektif. Jadi dengan mengendalikan faktor-faktor yang ada dalam kendali kita, kita dapat menciptakan banyak waktu, informasi, dan sumberdaya seperti yang kita inginkan.

Jangan biarkan ego Anda menghalangi pengembangan diri Anda. Kuasai keberanian untuk menghadapi kebenaran alih-alih membuat dalih. Hanya ketika Anda mengakui kebenaran maka Anda memperoleh kekuatan untuk melakukan sesuatu tentangnya. Jika Anda mengakui kemalasan Anda, Anda dapat mengatasinya. Jika Anda mengakui kurangnya semangat atau keterampilan, Anda juga dapat mengatasinya. Tetapi Anda tidak akan mampu secara langsung mengatasi masalah tentang waktu, informasi, atau uang. Jangan menyia-nyiakan kekuatan ini dan mencelakakan diri Anda pada ketidakmampuan berlanjut. Hancurkan dalih-dalih Anda, hadapi kenyataan sebenarnya, dan mulai ambil langkah yang diperlukan untuk mengubahnya ke arah yang Anda inginkan.

Diterjemahkan oleh ferli.net dari sumbernya Feeble Excuses.

Tulisan-tulisan terkait:

  1. Posting 100 Hari Bill Fitz Patrick’s “How Americans Get Rich”Mulai hari ini saya akan melakukan sebuah eksperimen (kecil) yang saya harapkan hasilnya menarik. Saya ingin melakukan posting secara teratur...
  2. Istri Melarang Saya Memulai Bisnis SendiriSaya sering mendengar ini: Saya ingin memulai bisnis sendiri, tapi istri saya tidak mengijinkannya karena menurutnya itu terlalu berisiko. Ada...
  3. Rahasia Keberlimpahan dan KekayaanPerbedaan antara yang kaya dan yang miskin tidak terletak pada jumlah uang yang mereka miliki, tapi pada cara mereka berpikir,...
  4. WordPress Stats | Menghidupkan Kembali Statistik Pengunjung Blog WordPressSeperti saya posting sebelumnya, saya mendapati bahwa trafik pengunjung ke situs saya, http://ferli.net, turun drastis menjadi 0 mulai sekitar November...
  5. biarkan kenyataan bicara(baru saja menemukan kembali sebuah tulisan saya sendiri di milis – tertanggal 28 juli 2001, lumayan untuk jadi kenang-kenangan) gini....
  6. Kemalasan Adalah Penggerak Segala KemajuanAda satu slogan unik yang masih terngiang-ngiang: “Lazyness drives all progress in the world“, alias “Kemalasan adalah penggerak segala kemajuan...
  7. Anda Tahu atau Pernah Mimpi Lusid? Cobain deh …Saya gak tau persis apa padanan Bahasa Indonesia yang tepat dari “Lucid Dreaming“, so dengan semangat “kebebasan berekspresi dan mengasimilasi...
  8. Engkau Berasal dari CintaEngkau berasal dari Cinta, tapi engkau lupa. Ketahuilah: tak ada yang perlu engkau lakukan supaya layak Cinta. Engkau hanya perlu...
  9. Menyesali Hari EsokPenulis menjelaskan cara visualisasi yang benar, yaitu dengan membayangkan keinginan Anda terjadi di saat ini, alih-alih di masa depan....
  10. Menguji Law of Attraction dengan Metoda IlmiahDi Milis Profec (theprofec [at] yahoogroups.com, thread http://finance.groups.yahoo.com/group/TheProfec/message/23896), Pak Susanto Salim mengajukan saran untuk menguji secara ilmiah Law of Attraction...

Comment Form

About this blog

Exploring the curiousity within.

Dapatkan Tulisan dan Perangkat Lunak Terbaru

Isilah form di bawah untuk berlangganan blog ini dan saya akan mengabari Anda setiap kali ada tulisan atau perangkat lunak gratis baru, seperti Glosarium dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Zero spam tolerance.

Teman-teman Facebook

Sudah Menjadi Anggota?
Login
Login Lewat Facebook:
Pengunjung Terakhir
Mari bergabung di ferli.net

Kategori Tulisan

Arsip-arsip