biarkan kenyataan bicara

In: General|Hakikat|Imajinasi|Internet|Niat|Opini|Umum

6 Jul 2009

(baru saja menemukan kembali sebuah tulisan saya sendiri di milis – tertanggal 28 juli 2001, lumayan untuk jadi kenang-kenangan)

gini.

kalau yang kita cari adalah sebuah proses belajar, proses penemuan makna, proses memahami diri sendiri, proses mengenal orang lain, proses mengartikulasikan realitas dengan tingkat akurasi yang setepat-tepatnya, maka:

biarkan realitas dan kemanusiaan itu sendiri yang bicara.

artinya, kekeliruan, kebloonan, kesombongan, kegelapan, dan yang lain sejenisnya adalah realitas kemanusiaan yang perlu diterima. segala sesuatu yang terlontar bukanlah hal2 yang perlu ditakuti – apalagi sekedar penjelajahan imajinasi dan intelektualitas di milis. kecuali kita tidak lagi percaya kepada fitrah kerinduan manusia untuk menuju kembali pada kebaikan, maka hal2 yang kita pandang negatif itu justru adalah modal paling besar bagi proses pengenalan pada ketepatan, kebijakan, kerendahhatian, cahaya.

sesuatu yg susah dijelaskan sangat mengganggu saya belakangan ini.

mungkin saya merasakan betapa gampangnya kita ‘dikelabui’ oleh ungkapan2 bijak yang hampa, penyederhanaan peta masalah sedemikian rupa sehingga menjebak pemihakan tergesa, semacam kebutaan terhadap jauhnya rentang jarak yg ada di antara ideal dan kenyataan, kebenaran kosong yang dikemas dengan pola ungkap penuh estetika sedemikian sehingga estetika itu menjadi tampak lebih “benar” dibandingkan isinya sendiri, sejenis kepalsuan berlapis-lapis, yang bila dibandingkan dengan kegelapan dan kebodohan telanjang, lebih susah dideteksi dan disembuhkan.

“dengan mengatakan satu hal, sesungguhnya kita sedang tidak mengatakan banyak hal.”

itulah salah satu hikmah terbesar yang saya dapat dari sekian lama berinteraksi di berbagai milis: berkali-kali saya kecele ketika “membaca” diri sendiri dan orang lain. ada dilema atau paradoks inheren besar, sedemikian besar sehingga hampir semua orang tidak bisa melihatnya: “satu hal” versus “banyak hal” itu mirip dengan fenomena ujung es, ujung es dalam proses komunikasi – atau tepatnya fenomena ujung es dalam representasi ulang kompleksitas ide di kepala menjadi sebuah pola ungkap lahiriah menggunakan simbol2 konvensional seperti bentuk2 tulisan dan lisan. artinya, miskomunikasi sangat mungkin terjadi tidak hanya dalam ruang gerak antar-orang, tapi juga dalam proses2 internal berbagai lapis kesadaran dalam diri seseorang.

contoh riil saja, maap kalo terlalu personal, om heri sempat beberapa kali menyatakan bingung “membaca” saya: bagaimana mungkin saya yg sepengetahuan beliau sangar dan jorok mengenai gus dur di milis indonesia damai, tapi koq bisa punya karakter lain di milis ini. itulah. di milis indonesia damai itu saya pernah “mengatakan satu hal”, dan yang dibaca oleh om heri juga hanya “satu hal” itu. padahal saya jauh lebih kompleks daripada “satu hal”, saya adalah “banyak hal” (“stereotyping”, “halo effect” mungkin bisa mengaproksimasi fenomena itu, but not quite what i mean sebenernya), tapi saya sendiri tidak bisa menjelaskan (macem2 sebabnya: berhubung langsung dibanned, atau karena nggak artikulatif, atau karena nggak kerasa appropriate pada saat itu) kepada milis bahwa, misalnya, saya ulangi lagi, ucapan saya itu merupakan upaya sengaja untuk keep up dengan situasi (yg saya pikir) sangat genting pada saat itu (ancaman dekrit gus dur): mencoba menyengat kesadaran faktual sejarah khayalak tentang gus dur dalam hubungannya dengan orde baru, sedemikian rupa sehingga dukungan pada dekrit bisa dikurangi (sori yah bagi anda2 yg ndukung gus dur & dekrit-nya).

intinya?

intinya adalah bila kita mencoba membatasi atau menyederhanakan realitas kemanusiaan personal mau pun kolektif yang kompleks itu dengan suatu patokan nilai yang formal-normatif-baku, kita akan kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan diri kita yang sebenarnya. memang tidak nyaman mungkin buat sebagian besar kita, tapi hey, siapa bilang proses belajar itu harus selalu teratur dan rapi?

seperti kata iklan rinso: “kalau tidak kotor, mana bisa belajar?”

lam,
ferl

Tulisan-tulisan terkait:

  1. Tidak Ada Kemuliaan Intrinsik Pada Konsep “Perjuangan”Menanggapi status seseorang di Facebook, saya menulis ini: Tidak ada kemuliaan intrinsik pada konsep “perjuangan”. Alam tidak berjuang utk eksis....
  2. Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu ya Ghafar ya Nurul QolbiLagu “Cahaya Hati” dari Opick ini belum pernah gagal membuat mata saya basah setiap kali mendengar “pekikan” kalimat ini: Allah...
  3. Waktu: Satu Ketika yang AbadiKetika kita berpikir atau mengingat tentang masa lalu, yakinkah kita bahwa masa lalu itu ada dan riil? Ingatan kita tentang...
  4. Rahasia Keberlimpahan dan KekayaanPerbedaan antara yang kaya dan yang miskin tidak terletak pada jumlah uang yang mereka miliki, tapi pada cara mereka berpikir,...
  5. Kemalasan Adalah Penggerak Segala KemajuanAda satu slogan unik yang masih terngiang-ngiang: “Lazyness drives all progress in the world“, alias “Kemalasan adalah penggerak segala kemajuan...
  6. WordPress Stats | Menghidupkan Kembali Statistik Pengunjung Blog WordPressSeperti saya posting sebelumnya, saya mendapati bahwa trafik pengunjung ke situs saya, http://ferli.net, turun drastis menjadi 0 mulai sekitar November...
  7. Dalih-dalih LemahDalih adalah kebohongan yang kita buat untuk menghindari berhadapan dengan kebenaran yang tak nyaman. Tetapi selama kita masih mempercayai dalih-dalih...
  8. Anda Tahu atau Pernah Mimpi Lusid? Cobain deh …Saya gak tau persis apa padanan Bahasa Indonesia yang tepat dari “Lucid Dreaming“, so dengan semangat “kebebasan berekspresi dan mengasimilasi...
  9. Penjelasan (Tak Terlalu) Ilmiah tentang Law of AttractionApakah ada sesuatu yang bisa kita pelajari dari kontroversi ilmiah (atau tak imiah) tentang Law of Attraction? LoA menjadi topik...
  10. Menguji Law of Attraction dengan Metoda IlmiahDi Milis Profec (theprofec [at] yahoogroups.com, thread http://finance.groups.yahoo.com/group/TheProfec/message/23896), Pak Susanto Salim mengajukan saran untuk menguji secara ilmiah Law of Attraction...

Comment Form

About this blog

Exploring the curiousity within.

Dapatkan Tulisan dan Perangkat Lunak Terbaru

Isilah form di bawah untuk berlangganan blog ini dan saya akan mengabari Anda setiap kali ada tulisan atau perangkat lunak gratis baru, seperti Glosarium dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Zero spam tolerance.

Teman-teman Facebook

Sudah Menjadi Anggota?
Login
Login Lewat Facebook:
Pengunjung Terakhir
Mari bergabung di ferli.net

Kategori Tulisan

Arsip-arsip