the curiousity within
Saya gak tau persis apa padanan Bahasa Indonesia yang tepat dari “Lucid Dreaming“, so dengan semangat “kebebasan berekspresi dan mengasimilasi kata”, saya nyatakan bahwa padanannya adalah “Mimpi Lusid” … Kalau ada yang tau istilah yang lebih pas, please do share with me here …
Apa itu mimpi lusid? Mimpi lusid adalah sejenis mimpi di mana kita sadar bahwa kita sedang bermimpi. Pada saat mimpi lusid, kita tahu tanggal apa hari itu, pengalaman apa yang sudah terjadi pada hari itu, sedang di mana kita tidur, bahkan posisi tidurnya pun kita tahu atau ingat.
Buat yang belum pernah mimpi lusid, mungkin belum kebayang seperti apa rasanya …
I’ll tell you: it feels as real as you’re waking up experience … but far, far more interesting … saya pernah 2 kali mengalaminya. Yang pertama adalah yang paling berkesan. I’ll tell you about it later in this post.
Beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam mimpi lusid:
Bagaimana caranya bisa mimpi lusid?
Katanya sih, setiap malam sebenarnya kita mengalami 4 sampai 6 mimpi yang berbeda. Kalau Anda punya kebiasaan atau kemampuan mengingat mimpi-mimpi Anda, Anda sudah satu langkah menuju pengalaman mimpi lusid … Kalau nggak, cobalah untuk setiap bangun dari tidur, Anda mencatat mimpi yang masih sempat teringat. Ini adalah langkah pertama.
Langkah kedua adalah: tidurlah ketika kita sudah sangat lelah dan mengantuk, tapi dengan tetap mempertahankan mata terbuka (tapi tetap santai). Diharapkan ketika Anda mulai menutup mata untuk tidur, ada sebagian kesadaran Anda yang ikut terbawa ke dalam mimpi.
Yang ketiga: kalau mengalami mimpi lusid, biasanya kita jadi too excited, dan jadinya malah bangun dari tidur. So, stay calm, stay cool. Don’t get too excited. Katanya ada teknik untuk menciptakan mimpi lusid yang stabil (gak buyar), yaitu dengan melakukan hal2 berikut dalam mimpi tsb: menggosok-gosokkan telapak tangan, atau merotasikan tubuh.
Yang keempat: kalau kita sudah bisa mimpi lusid dalam waktu yang lama, cobalah lakukan ‘pre-programming’ sebelum tidur: niatkan apa yang ingin kita mimpikan. Nah, di sinilah Anda akan mengalami apa pun yang Anda inginkan menjadi kenyataan tanpa susah payah lagi;-). Cuma, jangan keseringan, nanti Anda jadi ketagihan dan menjadi seorang eskapis dari kehidupan yang riil;-).
Gak gampang untuk bisa mimpi lusid sebagai suatu pengalaman yang bisa kita dapatkan semau kita. Kalau tertarik lebih jauh, ya cobalah Googling untuk kata ‘Lucid Dreaming’.
Berikut saya share satu pengalaman saya mengalami mimpi lusid:
Saya ingat, di awal mimpi saya tahu posisi tidur saya, dan saya tahu bahwa saat itu saya sedang mulai bermimpi. “Wah, mungkin saya bisa bermimpi jalan-jalan nih”, pikir saya waktu itu.Dan sekejap kemudian saya sedang berada di kursi depan sebuah mobil, di samping seorang supir (siapa, saya tidak tahu, dan tidak peduli saat itu). Namun, melihat pemandangan ke depan, seperti melihat hal-hal yang benar-benar nyata. Di depan mobil terlihat dengan jelas benda-benda seperti jalan raya, mobil-mobil, rumah-rumah, orang-orang. Satu hal saja yang beda: saya bisa melihat warna-warna dunia di depan saya sesuai keinginan saya saat itu. Ketika saya berkeinginan melihat semuanya dalam warna merah, saat itu juga pemandangan berubah merah. Ketika saya ingin hijau, maka semuanya hijau. Pikir saya saat itu: “Oh, mungkin seperti ini juga lah kehidupan nyata itu, segala yang tampak di depan kita sesungguhnya adalah fungsi dari persepsi kita sendiri. Ketika persepsi berubah, maka dunia kita juga berubah.”
Such a wisdom yak
.
Karena saya tahu saya sedang bermimpi, dan mampu melakukan apa pun, saya memutuskan untuk …
TERBANG.
Maka saya minta supir berhenti. Saya buka pintu mobil dan menjejakkan kaki di tanah.
Wow, it really felt like I touched the very ground beneath my feet.
Saya berdiri, ternyata di bawah sebatang pohon rindang. Dan saya mulai ancang-ancang untuk terbang. Saya mengacungkan kedua belah tangan ke atas ala Superman.Dan, here I go … pelan-pelan tubuh saya terangkat. Namun saya kurang perhitungan: di atas saya banyak ranting dan daun pohon. Maka … keresek-keresek, sret-sret, kulit saya tergores-gores ranting pohon. Perih mak.
Tapi tetep asyik.
Saya mulai terbang …
Namun, belum lama lepas dari jeratan ranting-ranting pohon, saya mendengar suara “glep-glep-glep” lirih, mirip suara gelembung udara di air, seperti orang yang mengeluarkan nafas di air …
Otak saya menduga-duga.
Wah, saya kan sedang tidur, dan sedang bermimpi terbang. Jangan-jangan sekarang ini saya sedang berjalan-jalan dalam tidur aliassleepwalking, dan somehow masuk kamar mandi dan nyungsep di bak mandi. “Wuah, gawat, bisa mati konyol gue,” pikir saya saat itu.
Wah, saya harus bangun! Saya harus bangun!
Dan terbangunlah saya. Sialnya (tepatnya: untungnya), ternyata saya tidak sedang nyungsep di bak mandi, saya masih tetap dalam posisi tidur yang sama sebelum bermimpi.
Bengong.
Sayang sekali, saya belum sempat menikmati pengalaman terbang yang cukup lama sambil tetap sadar bahwa saya sedang bermimpi (saya sebelumnya juga pernah beberapa kali bermimpi terbang, tapi dalam kondisi tidak sadar bahwa saya bermimpi sehingga tidak bisa mengendalikan mimpi itu).
Kapan lagi saya bisa mengendalikan mimpi saya sendiri dan melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan dalam kehidupan nyata?
Bagaimana dengan Anda, tertarik untuk mengalami suatu petualangan baru yang hebat, meski hanya dalam mimpi?
Tulisan-tulisan terkait: