Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu ya Ghafar ya Nurul Qolbi

In: Hakikat| Identitas| Imajinasi| Niat| Opini| Umum

10 Dec 2008

Lagu “Cahaya Hati” dari Opick ini belum pernah gagal membuat mata saya basah setiap kali mendengar “pekikan” kalimat ini: Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu ya Ghafar ya Nurul Qolbi (Allah Pengasih, Allah Penyayang, Allah Pengampun, Cahaya Hati).

Saya  bisa saja tidak memperhatikan untaian lirik yang lain dalam lagu tersebut, tapi ketika lagu tersebut sampai pada kalimat di atas, tidak bisa tidak, selalu saja mata saya menggenang …

Padahal kalimat di atas “biasa” saja dalam arti tidak ada ungkapan yang “baru” atau “unik”. Tetapi keseluruhan nada dan kalimat serta musik yang mengiringinya membawakan satu suasana magis yang amat kental.

Setiap orang pasti punya pemaknaan yang sangat pribadi sifatnya untuk kalimat ini. Beberapa orang mungkin merasakan hal itu sebagai sesuatu yang biasa. Tetapi bagi saya, untaian kalimat dan nada di potongan lagu ini seperti bisikan hati saya sendiri yang keras tapi tertahan dan mendesak-desak, menghadirkan sejenis kerinduan, kesedihan, kebahagiaan; menyadarkan lagi pada dosa-dosa dan betapa Allah tetap mengasihi kita begitu rupa; menghidupkan kembali luka mau pun ketakjuban pada sesuatu yang sukar dijelaskan. Untaian kalimat dan nada itu seperti menghadirkan kembali seluruh kehidupan saya di masa lalu mau pun di masa mendatang … betapa sebagian besar hidup saya mungkin menjadi sebuah kesia-siaan bila saya tetap tak mengenaliNya.

Sebagian orang akan menganggap saya cengeng, mungkin. So be it, cengenglah saya. Mungkin keharuan yang seperti inilah satu-satunya harta kehidupan saya yang paling berharga.

Opick, Cahaya Hati

Share on Facebook

Tulisan-tulisan terkait:

  1. biarkan kenyataan bicara [Translate] (baru saja menemukan kembali sebuah tulisan saya sendiri di milis – tertanggal 28 juli 2001, lumayan untuk jadi...
  2. Ayat Kursi [Translate] Khotib Jumatan hari ini membacakan Ayat Kursi pada rakaat pertama. Berhubung saya terkadang tidak hafal bacaan ayat yang...
  3. Dalih-dalih Lemah [Translate] Dalih adalah kebohongan yang kita buat untuk menghindari berhadapan dengan kebenaran yang tak nyaman. Tetapi selama kita masih...
  4. Michael Jackson, Selamat JalanSeperti sahabat sejati, lewat lagu-lagunya Michael pernah menangis, tertawa, atau marah "bersama" saya. Betapa shared moment itu terasa begitu berharga...
  5. Posting 100 Hari Bill Fitz Patrick’s “How Americans Get Rich”Mulai hari ini saya akan melakukan sebuah eksperimen (kecil) yang saya harapkan hasilnya menarik. Saya ingin melakukan posting secara teratur...
  6. Tidak Ada Kemuliaan Intrinsik Pada Konsep “Perjuangan” [Translate] Menanggapi status seseorang di Facebook, saya menulis ini: Tidak ada kemuliaan intrinsik pada konsep “perjuangan”. Alam tidak berjuang...
  7. Kemalasan Adalah Penggerak Segala Kemajuan [Translate] Ada satu slogan unik yang masih terngiang-ngiang: “Lazyness drives all progress in the world“, alias “Kemalasan adalah penggerak...
  8. Engkau Berasal dari CintaEngkau berasal dari Cinta, tapi engkau lupa. Ketahuilah: tak ada yang perlu engkau lakukan supaya layak Cinta. Engkau hanya perlu...
  9. Anda Tahu atau Pernah Mimpi Lusid? Cobain deh … [Translate] Saya gak tau persis apa padanan Bahasa Indonesia yang tepat dari “Lucid Dreaming“, so dengan semangat “kebebasan berekspresi...
  10. Wordpress Stats | Menghidupkan Kembali Statistik Pengunjung Blog WordpressSeperti saya posting sebelumnya, saya mendapati bahwa trafik pengunjung ke situs saya, http://ferli.net, turun drastis menjadi 0 mulai sekitar November...

Comment Form

About this blog

Exploring the curiousity within.

Teman-teman Facebook

Sudah Menjadi Anggota?
Login
Login Lewat Facebook:
Pengunjung Terakhir
Mari bergabung di ferli.net

Kategori Tulisan

Arsip-arsip