Lagu “Cahaya Hati” dari Opick ini belum pernah gagal membuat mata saya basah setiap kali mendengar “pekikan” kalimat ini: Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu ya Ghafar ya Nurul Qolbi (Allah Pengasih, Allah Penyayang, Allah Pengampun, Cahaya Hati).
Saya bisa saja tidak memperhatikan untaian lirik yang lain dalam lagu tersebut, tapi ketika lagu tersebut sampai pada kalimat di atas, tidak bisa tidak, selalu saja mata saya menggenang …
Padahal kalimat di atas “biasa” saja dalam arti tidak ada ungkapan yang “baru” atau “unik”. Tetapi keseluruhan nada dan kalimat serta musik yang mengiringinya membawakan satu suasana magis yang amat kental.
Setiap orang pasti punya pemaknaan yang sangat pribadi sifatnya untuk kalimat ini. Beberapa orang mungkin merasakan hal itu sebagai sesuatu yang biasa. Tetapi bagi saya, untaian kalimat dan nada di potongan lagu ini seperti bisikan hati saya sendiri yang keras tapi tertahan dan mendesak-desak, menghadirkan sejenis kerinduan, kesedihan, kebahagiaan; menyadarkan lagi pada dosa-dosa dan betapa Allah tetap mengasihi kita begitu rupa; menghidupkan kembali luka mau pun ketakjuban pada sesuatu yang sukar dijelaskan. Untaian kalimat dan nada itu seperti menghadirkan kembali seluruh kehidupan saya di masa lalu mau pun di masa mendatang … betapa sebagian besar hidup saya mungkin menjadi sebuah kesia-siaan bila saya tetap tak mengenaliNya.
Sebagian orang akan menganggap saya cengeng, mungkin. So be it, cengenglah saya. Mungkin keharuan yang seperti inilah satu-satunya harta kehidupan saya yang paling berharga.
biarkan kenyataan bicara(baru saja menemukan kembali sebuah tulisan saya sendiri di milis – tertanggal 28 juli 2001, lumayan untuk jadi kenang-kenangan) gini....
Michael Jackson, Selamat JalanSeperti sahabat sejati, lewat lagu-lagunya Michael pernah menangis, tertawa, atau marah "bersama" saya. Betapa shared moment itu terasa begitu berharga...
Ayat KursiKhotib Jumatan hari ini membacakan Ayat Kursi pada rakaat pertama. Berhubung saya terkadang tidak hafal bacaan ayat yang sesungguhnya sakti...
Syair Penjual KacangPulang Jumatan, saya bertemu seorang Guru. Dia berjualan rujak buah. Menyiapkan produknya sambil memuji kecantikan warna merah buah jeruk bali....
Dalih-dalih LemahDalih adalah kebohongan yang kita buat untuk menghindari berhadapan dengan kebenaran yang tak nyaman. Tetapi selama kita masih mempercayai dalih-dalih...
FITRIKarena perdebatan mengenai “golongan kafir” tak juga berkesudahan melalui waktu yang panjang, maka kelompok Remaja Masjid itu akhirnya mengundang seorang...
Anda Tahu atau Pernah Mimpi Lusid? Cobain deh …Saya gak tau persis apa padanan Bahasa Indonesia yang tepat dari “Lucid Dreaming“, so dengan semangat “kebebasan berekspresi dan mengasimilasi...
Engkau Berasal dari CintaEngkau berasal dari Cinta, tapi engkau lupa. Ketahuilah: tak ada yang perlu engkau lakukan supaya layak Cinta. Engkau hanya perlu...
Isilah form di bawah untuk berlangganan blog ini dan saya akan mengabari Anda setiap kali ada tulisan atau perangkat lunak gratis baru, seperti Glosarium dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.